Dinasty Kafilah Cinta Warriors

Berjuang Menjadi Umat Yang Terbaik dalam Mencapai Cita-cita Rahmatan Lil Alameen

Latest topics
» Kembali kepada Kalimat yang Sama
Sat Aug 18, 2012 1:37 am by photrot1

» buy facebook page likes dj
Thu Aug 04, 2011 9:35 pm by Tamu

» programy na nokie 5230
Thu Aug 04, 2011 8:36 pm by Tamu

» Dating viareggio italy. Dating haledon.
Thu Aug 04, 2011 3:35 pm by Tamu

» fish oil to reduce cholesterol
Thu Aug 04, 2011 8:37 am by Tamu

» Hobson Medicine Hat
Thu Aug 04, 2011 6:59 am by Tamu

» Прикольные форумы
Wed Aug 03, 2011 7:21 pm by Tamu

» pandemic
Wed Aug 03, 2011 7:04 pm by Tamu

» Medicine Hat Sturgeon Fishing
Wed Aug 03, 2011 6:49 pm by Tamu

» tramal iv
Wed Aug 03, 2011 2:47 pm by Tamu

» Dude, so much AD here, why not clean them all?
Wed Aug 03, 2011 1:26 pm by Tamu

» Sleep Problems Linked To Truck Drivers' Performance Behind The Wheel
Wed Aug 03, 2011 8:06 am by Tamu

» free.fets
Tue Aug 02, 2011 8:19 pm by Tamu

» benefits of salmon fish
Tue Aug 02, 2011 4:06 pm by Tamu

» playing slots break da flash
Tue Aug 02, 2011 2:48 pm by Tamu

» Adhd Medications Without Rx
Tue Aug 02, 2011 1:03 pm by Tamu

» Insurance
Tue Aug 02, 2011 9:49 am by Tamu

» Practically as chintzy as warez
Tue Aug 02, 2011 8:23 am by Tamu

» Прикольные форумы
Mon Aug 01, 2011 10:34 am by Tamu

» гинекология месячные
Mon Aug 01, 2011 7:10 am by Tamu

Login

Lupa password?



Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search


You are not connected. Please login or register

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1 Arti Sanad dan Matan Hadis on Tue Sep 23, 2008 3:32 pm

Faey


Hijau
Hijau
Sanad Hadis

Sanad atau thariq ialah jalan yang dapat menghubungkan matnul hadits kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw. Misalnya, seperti kata Al-Bukhari: "Telah memberitakan kepadaku Muhammad bin Al-Mutsanna, ujarnya: 'Abdul Wahhab ats-Tsaqafi telah mengabarkan kepadaku, ujarnya: 'Telah bercerita kepadaku Ayyub atas pemberitaan Abi Qilabah dari Anas dari Nabi Muhammad saw., sabdanya, 'Tiga perkara, yang barang siapa mengamalkannya, niscaya memperoleh kelezatan iman. Yakni, (1) Allah dan rasul-Nya hendaklah lebih dicintai daripada selainnya. (2) Kecintaannya kepada seseorang tidak lain karena Allah semata-mata, dan (3) keengganannya kembali kepada kekufuran, seperti keengganannya dicampakkan ke neraka'."

Maka, matnul hadits "stalasun" sampai dengan "an yuqdzafa finnar" diterima oleh Al-Bukhari melalui sanad pertama (Muhammad ibnul Mutsanna), sanad kedua (Abdul Wahhab ats-Tsaqafi), sanad ketiga (Ayyub), sanad keempat (Abi Qilabah) , dan seterusnya sampai sanad yang terakhir: Anas r.a., seorang sahabat yang langsung menerima sendiri dari Nabi Muhammad saw.

Dalam hal ini juga dapat dikatakan bahwa sabda Nabi tersebut disampaikan oleh sahabat Anas r.a. sebagai rawi pertama, kepada Abu Qilabah. Kemudian, Abu Qilabah sebagai rawi kedua menyampaikan kepada Ats-Tsaqafi, dan Ats-Tsaqafi sebagai rawi ketiga menyampaikan kepada Muhammad Ibnul Mutsanna, hingga sampai kepada Al-Bukhari sebagai rawi terakhir. Dengan demikian, Al-Bukhari itu menjadi sanad pertama dan rawi terakhir bagi kita.

Dalam bidang ilmu hadits, sanad itu merupakan neraca untuk menimbang sahih atau tidaknya suatu hadis. Andaikata salah seorang dalam sanad-sanad itu ada yang fasik atau yang tertuduh dusta, maka daiflah hadis itu, hingga tidak dapat dijadikan hujah untuk menetapkan suatu hukum

Matan (Matnul) Hadis

Yang disebut dengan matnul hadits ialah pembicaraan (kalam) atau materi berita yang diover oleh sanad yang terakhir, baik pembicaraan itu sabda Rasulullah saw., sahabat, ataupun tabi'in; baik isi pembicaraan itu tentang perbuatan Nabi maupun perbuatan sahabat yang tidak disanggah oleh Nabi. Misalnya, perkataan sahabat Anas bin Malik r.a., "Kami bersalat bersama-sama Rasulullah saw. pada waktu udara sangat panas. Apabila salah seorang dari kami tidak sanggup menekankan dahinya di atas tanah, maka ia bentangkan pakaiannya, lantas sujud di atasnya."

Perkataan sahabat yang menjelaskan perbuatan salah seorang sahabat yang tidak disanggah oleh Rasulullah saw. (Kunna sampai dengan fasajada 'alaihi) disebut matnul hadits.

Sumber: Diadaptasi dari Ikhtisar Mushthalahul Hadits, Drs. Fatchur Rahman

Lihat profil user

2 Re: Arti Sanad dan Matan Hadis on Thu Sep 25, 2008 7:35 pm

haffez


Hijau
Hijau


Tambahan akhi Smile

Sanad atau Isnad secara bahasa artinya sandaran, maksudnya ialah jalan yang bersambung sampai kepada matan, rawi-rawi yang meriwayatkan matan hadits dan menyampaikannya. Sanad dimulai dari rawi yang awal (sebelum pencatat hadits) dan berkahir pada orang yang sebelum Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, yakni para sahabat. Misalnya Bukhari meriwayatkan satu hadits, maka Bukhari dikatakan mukharrij atau mudawwin (yang mengeluarkan hadits atau yang mencatat hadits), rawi yang sebelum Bukhari dikatakan awal sanad sedangkan sahabat yang meriwayatkannya hadits itu dikatakan akhir sanad.

Matan secara bahasa artinya : kuat, kokoh, keras ; maksudnya ialah isi atau omongan atau lafazh-lafazh hadits yang terletak sesudah rawi dari sanad yang akhir.

Para ulama hadits tidak mau menerima hadits yang datang kepada mereka melainkan kalau ada sanadnya, mereka lakukan yang demikian itu sejak tersebarnya dusta atas nama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang dipelopori oleh orang-orang Syi'ah. Seorang tabi'in yang bernama Muhammad bin Sirin (wafat th. 110H) ia berkata : "Mereka (yakni para ulama hadits) tadinya tidak menanyakan tentang sanad, tetapi tatkala terjadi fitnah, mereka berkata. Sebutkan kepada kami nama rawi-rawi kamu, bila dilihat yang menyampaikan Ahlus Sunnah diterima haditsnya, tapi bila yang menyampaikan ahlul bid'ah maka ditolak haditsnya".

Kemudian semenjak itu para ulama meneliti setiap sanad yang sampai kepada mereka. Bila syarat-syarat hadits shahih dan hasan terpenuhi, maka mereka menerima hadits-hadits tersebut sebagai hujjah. dan jika tidak terpenuhi syarat-syarat tersebut mereka menolaknya.

Abdullah bin Mubarak (wafat th. 181 H) berkata : "sanad ini dari agama, kalau seandaianya tidak ada sanad, maka orang akan berkata sekehendaknya apa yang ia mau". (syarah Muslim Nawawi 1/87)

Para ulama hadits telah menetapkan qaidah-qaidah dan pokok-pokok pembahasan bagi tiap-tiap sanad dan matan hingga dapat diterima hadits tersebut. Ilmu yang mebahas tentang masalah ini ialah ilmu Mushthalah Hadits.

Pembagian As-Sunnah Menurut Sampainya Kepada Kita
As-Sunnah yang datang dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kita dilihat dari segi sampainya dibagi menjadi dua, yaitu : Mutawaatir dan Ahad. Hadits Mutawatir ialah berita dari RasulullahShallallahu 'alaihi wa sallam yang disampaikan secara bersamaan oleh orang-orang kepercayaan dengan cara yang mustahil mereka bisa bersepakat untuk berdusta.

Hadits Mutawatir mempunyai empat syarat, yaitu.

  1. Rawi-rawinya tsiqat dan mengerti terhadap apa yang dikhabarkan dan dengan kalimat pasti.
  2. Sandaran penyampaian kepada sesuatu yang konkrit, seperti penyaksian atau mendengar langsung.
  3. Bilangan/jumlah mereka banyak, karenanya mustahil menurut adat mereka berdusta.
  4. Bilangan yang banyak ini tetap demikian dari mulai awal sanad, pertengahan sampai akhir sanad, minimal sepuluh orang rawi yang meriwayatkannya.


Hadits Ahad ialah hadits yang derajatnya tidak sampai kepada derajat Mutawaatir. Hadits Ahad terbagi menjadi tiga macam.

  1. Hadits Masyhur, ialah hadits yang diriwayatkan dengan tiga sanad.
  2. Hadits 'Aziz, ialah hadits yang diriwayatkan dengan dua sanad.
  3. Hadits Gharib, ialah hadits yang diriwayatkan dengan satu sanad.

Lihat profil user

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik