Dinasty Kafilah Cinta Warriors

Berjuang Menjadi Umat Yang Terbaik dalam Mencapai Cita-cita Rahmatan Lil Alameen

Latest topics
» Kembali kepada Kalimat yang Sama
Sat Aug 18, 2012 2:37 am by photrot1

» buy facebook page likes dj
Thu Aug 04, 2011 10:35 pm by Tamu

» programy na nokie 5230
Thu Aug 04, 2011 9:36 pm by Tamu

» Dating viareggio italy. Dating haledon.
Thu Aug 04, 2011 4:35 pm by Tamu

» fish oil to reduce cholesterol
Thu Aug 04, 2011 9:37 am by Tamu

» Hobson Medicine Hat
Thu Aug 04, 2011 7:59 am by Tamu

» Прикольные форумы
Wed Aug 03, 2011 8:21 pm by Tamu

» pandemic
Wed Aug 03, 2011 8:04 pm by Tamu

» Medicine Hat Sturgeon Fishing
Wed Aug 03, 2011 7:49 pm by Tamu

» tramal iv
Wed Aug 03, 2011 3:47 pm by Tamu

» Dude, so much AD here, why not clean them all?
Wed Aug 03, 2011 2:26 pm by Tamu

» Sleep Problems Linked To Truck Drivers' Performance Behind The Wheel
Wed Aug 03, 2011 9:06 am by Tamu

» free.fets
Tue Aug 02, 2011 9:19 pm by Tamu

» benefits of salmon fish
Tue Aug 02, 2011 5:06 pm by Tamu

» playing slots break da flash
Tue Aug 02, 2011 3:48 pm by Tamu

» Adhd Medications Without Rx
Tue Aug 02, 2011 2:03 pm by Tamu

» Insurance
Tue Aug 02, 2011 10:49 am by Tamu

» Practically as chintzy as warez
Tue Aug 02, 2011 9:23 am by Tamu

» Прикольные форумы
Mon Aug 01, 2011 11:34 am by Tamu

» гинекология месячные
Mon Aug 01, 2011 8:10 am by Tamu

Login

Lupa password?



Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search


You are not connected. Please login or register

Membela diri secara bijak

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1 Membela diri secara bijak on Sat Sep 27, 2008 3:55 am

Sonj


Hijau
Hijau
Membela diri merupakan sesuatu yang manusiawi, dalam kondisi tertekan, merasa terpojok dan disudutkan, merasa keberadaannya terancam dan merasa tidak dipandang sebelah mata, dalam kondisi tersebut seseorang akan tergugah mempertahankan diri dengan melakukan pembelaan demi menunjukkan bahwa dirinya tidak seperti yang diduga, hanya saja terkadang seseorang cenderung membela diri dengan menyerang balik, ini kurang bijak, akan lebih bijak dalam membela diri dengan menetapkan bahwa apa yang dia dicela karenanya bukanlah merupakan kekurangan, justru itulah kelebihan lebih-lebih jika hal tersebut disandarkan kepada argumentasi riil yang membuat orang menganggukkan kepala. Inilah yang dilakukan orang orang-orang berikut:

Seorang Arab Badui bernama Na’amah (artinya burung unta). Dia dicela karena namanya yang buruk. Orang-orang berkata, “Apa nama Na’amah?” Dengan bijak si Badui berkata,
“Nama hanyalah tanda, kalau nama adalah kehormatan niscaya semua orang bernama sama.”

Hal yang mirip terjadi pada suatu suku Arab yang bernama Anfu Naqah (artinya hidung unta betina), orang-orang mencibir, “Apa nama Anfu Naqah?” maka hadirlah al-Huthai’ah Jarwal bin Aus, seorang penyair berlisan pedas, Umar bin Khattab pernah memenjarakannya karena hinaannya yang pedas kepada masyarakat, wafat tahun 30 H, al-Huthai’ah hadir membela, dia berkata,

Suatu kaum, mereka adalah anfu (hidung) sementara selain mereka adalah ekor
Siapa yang berani menyamakan ekor dengan anfu (hidung)naqah?

Lihatlah bagaimana al-Mughirah bin Habna, penyair Islam dari Bani Tamim, yang gugur syahid di Khurasan tetap percaya diri dengan penyakit sopaknya, dia tidak menganggapnya sebagai aib dan dia membuktikan dengan alasan yang riil. Katanya.

Jangan mengira warna putih padaku sebagai kekurangan
Sesungguhnya kuda-kuda pacuan perutnya berwarna putih

Atau ketika seseorang direndahkan karena penampilannya yang ala kadarnya, dengan baju compang-camping, seorang penyair dengan kondisi seperti ini membela diri. Dia berkata,

Kalaupun pakaianku compang-camping karena usang
Maka aku ibarat pedang tajam dalam sarungnya yang terkoyak


Atau ketika seseorang dicela karena ketakutannya terhadap sesuatu dia pun membela diri bahwa ketakutannya beralasan, dia mendukung alasannya dengan sesuatu yang kongrit. Ini Ibnu Rumi, Abul Hasan Ali bin al-Abbas, seorang penyair ulung dari Baghdad wafat tahun 283 H, mengungkapkan alasan ketakutannya naik perahu, dia berkata,

Aku tidak naik perahu, aku takut
Diriku tenggelam karenanya

Aku adalah tanah sedangkan laut adalah air
Dan tanah di dalam air mencair


Seseorang pun bisa membela diri manakala orang-orang bodoh dan rendahan meraih kedudukan yang mungkin lebih tinggi darinya di mata manusia. Ath-Thughrai, misalnya dia adalah Abu Ismail, al-Husain bin Ali, penyair penulis, perdana menteri raja-raja Turki saljuk, terkenal dengan bait-bait syair yang disebut dengan Lamiyah al-Ajam, terbunuh tahun 514 H, ath-Thughrai ini berkata,

Jika orang di bawahku berada di atasku maka tidak heran
Karena teladanku adalah matahari yang lebih rendah daripada bintang

Hal mirip dilakukan sebelumnya oleh Muslim bin al-Walid, salah seorang penyair besar Daulah Abbasiyah, wafat tahun 208 H, dia berkata,


Jika mereka duduk di atasku tanpa keahlian
Ketinggian martabat dan kemuliaan tempat

Maka asap di atas api dan terkadang
Debu beterbangan di atas surban prajurit berkuda

Lihat profil user

2 Re: Membela diri secara bijak on Sat Sep 27, 2008 6:55 am

gaff, mane pantun2 nye

ayo mainkan terompet

Lihat profil user

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik