Dinasty Kafilah Cinta Warriors

Berjuang Menjadi Umat Yang Terbaik dalam Mencapai Cita-cita Rahmatan Lil Alameen

Latest topics
» Kembali kepada Kalimat yang Sama
Sat Aug 18, 2012 2:37 am by photrot1

» buy facebook page likes dj
Thu Aug 04, 2011 10:35 pm by Tamu

» programy na nokie 5230
Thu Aug 04, 2011 9:36 pm by Tamu

» Dating viareggio italy. Dating haledon.
Thu Aug 04, 2011 4:35 pm by Tamu

» fish oil to reduce cholesterol
Thu Aug 04, 2011 9:37 am by Tamu

» Hobson Medicine Hat
Thu Aug 04, 2011 7:59 am by Tamu

» Прикольные форумы
Wed Aug 03, 2011 8:21 pm by Tamu

» pandemic
Wed Aug 03, 2011 8:04 pm by Tamu

» Medicine Hat Sturgeon Fishing
Wed Aug 03, 2011 7:49 pm by Tamu

» tramal iv
Wed Aug 03, 2011 3:47 pm by Tamu

» Dude, so much AD here, why not clean them all?
Wed Aug 03, 2011 2:26 pm by Tamu

» Sleep Problems Linked To Truck Drivers' Performance Behind The Wheel
Wed Aug 03, 2011 9:06 am by Tamu

» free.fets
Tue Aug 02, 2011 9:19 pm by Tamu

» benefits of salmon fish
Tue Aug 02, 2011 5:06 pm by Tamu

» playing slots break da flash
Tue Aug 02, 2011 3:48 pm by Tamu

» Adhd Medications Without Rx
Tue Aug 02, 2011 2:03 pm by Tamu

» Insurance
Tue Aug 02, 2011 10:49 am by Tamu

» Practically as chintzy as warez
Tue Aug 02, 2011 9:23 am by Tamu

» Прикольные форумы
Mon Aug 01, 2011 11:34 am by Tamu

» гинекология месячные
Mon Aug 01, 2011 8:10 am by Tamu

Login

Lupa password?



Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search


You are not connected. Please login or register

Berhujjah Dengan Hadits Dla'if

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1 Berhujjah Dengan Hadits Dla'if on Sat Sep 27, 2008 2:45 am

Salah satu fenomena yang marak dilakukan adalah pengamalan hadits Dla’if secara serampangan tanpa pilah dan pilih terlebih dahulu, padahal implikasinya amat berbahaya sekali.

Oleh karena itu, perlu kiranya diketahui kapan berhujjah dan mengamalkan hadits Dla’if itu dibenarkan dan apa pula persyaratannya?.

Untuk itu, disini kita akan membahas sedikit tentang hukum berhujjah dengannya dan persyaratannya.

Berhujjah dengan hadits Dla’if dan mengamalkannya perlu ada perinciannya:

  • Pengamalannya di dalam masalah-masalah ‘aqidah tidak boleh secara ijma’.

  • Pengamalannya di dalam masalah-masalah hukum (al-Ahkâm) tidak diperbolehkan juga menurut mayoritas Ulama.

  • Sedangkan pengamalannya di dalam Fadlâ`il al-A’mâl (amalan-amalan yang memiliki keutamaan), Tafsir, al-Maghâziy (berita-berita seputar peperangan-peperangan) dan Sirah, mayoritas para ulama membolehkannya dengan syarat-syarat sebagai berikut:
    - Hadits yang dijadikan hujjah/diamalkan tersebut tidak Dla’if (Lemah) sekali.
    - Permasalahan yang dibicarakan di dalam hadits yang Dla’if tersebut masih berada di dalam kawasan prinsip dasar umum. Alias bukan terpisah dan sudah menjadi cabang tersendiri.
    - Ketika mengamalkan hadits Dla’if tersebut, tidak meyakini kevalidannya (bahwa ia adalah hadits yang shahih) bahkan harus meyakininya sebagai sikap preventif.
    Imam an-Nawawy telah menukil ijma’ para ulama mengenai hukum mengamalkan hadits Dla’if dalam masalah Fadlâ`il al-A’mâl padahal sebenarnya ada banyak ulama terkenal yang tidak sependapat dengan hal itu, diantaranya Abu Hâtim, Abu Zur’ah, Ibn al-‘Araby, asy-Syawkany dan ulama kontemporer, Syaikh al-Albany. Demikian pula pendapat yang tersirat dari ucapan Syaikhul Islam, Ibn Taimiyah dan Ibn al-Qayyim serta petunjuk yang didapat di dalam dua kitab Shahih; Shahîh al-Bukhary dan Shahîh Muslim.
    Maka berdasarkan hal ini, hadits Dla’if tidak boleh diamalkan secara mutlak dalam bab apapun di dalam dien ini, dan ketika diucapkan/dibicarakan semata hal itu untuk sekedar pendekatan (bersifat preventif).
Ibn al-Qayyim mengisyaratkan dimungkinkannya untuk menggunakan Hadits Dla’if tersebut ketika dalam kondisi akan menguatkan dua diantara ucapan yang seimbang. Namun pendapat yang tepat adalah bahwa hadits Dla’if tidak boleh diamalkan secara mutlak selama dugaan terhadap validitasnya masih lemah dan selama ia tidak mencapai derajat Hasan Li Ghairihi (Menjadi Hasan karena ada penguat/pendukungnya dari sisi sanad dan matan yang lain).

(Disarikan dari Jawaban Syaikh DR.’Abdul Karim bin ‘Abdullah al-Khudlair [Dosen pada Fakultas Ushuluddin di Jâmi’ah al-Imam Muhammad bin Su’ûd], Majallah ‘ad-Da’wah’, Vol.1890, Tgl. 29-02-1424 H ).

CATATAN:

Ada ulama yang menambahkan satu syarat lagi, yaitu, ketika berhujjah dengan hadits Dla’if dan menyampaikannya di dalam suatu majlis, maka harus disebutkan ke-dla’if-an haditst tersebut. Wallahu a’lam.

Lihat profil user

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik