Dinasty Kafilah Cinta Warriors

Berjuang Menjadi Umat Yang Terbaik dalam Mencapai Cita-cita Rahmatan Lil Alameen

Latest topics
» Kembali kepada Kalimat yang Sama
Sat Aug 18, 2012 2:37 am by photrot1

» buy facebook page likes dj
Thu Aug 04, 2011 10:35 pm by Tamu

» programy na nokie 5230
Thu Aug 04, 2011 9:36 pm by Tamu

» Dating viareggio italy. Dating haledon.
Thu Aug 04, 2011 4:35 pm by Tamu

» fish oil to reduce cholesterol
Thu Aug 04, 2011 9:37 am by Tamu

» Hobson Medicine Hat
Thu Aug 04, 2011 7:59 am by Tamu

» Прикольные форумы
Wed Aug 03, 2011 8:21 pm by Tamu

» pandemic
Wed Aug 03, 2011 8:04 pm by Tamu

» Medicine Hat Sturgeon Fishing
Wed Aug 03, 2011 7:49 pm by Tamu

» tramal iv
Wed Aug 03, 2011 3:47 pm by Tamu

» Dude, so much AD here, why not clean them all?
Wed Aug 03, 2011 2:26 pm by Tamu

» Sleep Problems Linked To Truck Drivers' Performance Behind The Wheel
Wed Aug 03, 2011 9:06 am by Tamu

» free.fets
Tue Aug 02, 2011 9:19 pm by Tamu

» benefits of salmon fish
Tue Aug 02, 2011 5:06 pm by Tamu

» playing slots break da flash
Tue Aug 02, 2011 3:48 pm by Tamu

» Adhd Medications Without Rx
Tue Aug 02, 2011 2:03 pm by Tamu

» Insurance
Tue Aug 02, 2011 10:49 am by Tamu

» Practically as chintzy as warez
Tue Aug 02, 2011 9:23 am by Tamu

» Прикольные форумы
Mon Aug 01, 2011 11:34 am by Tamu

» гинекология месячные
Mon Aug 01, 2011 8:10 am by Tamu

Login

Lupa password?



Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search


You are not connected. Please login or register

Ibnu Khaldun : Bapak Ekonomi

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1 Ibnu Khaldun : Bapak Ekonomi on Sat Sep 27, 2008 1:41 am


Marak dan berkembangnya ekonomi Islam pada tiga dasawarsa belakangan ini, telah mendorong dan mengarahkan perhatian para ilmwuan modern kepada pemikiran ekonomi Islam klasik Dalam penjelajahan intelektual yang saya lakukan, khususnya ketika mengambil program doktor ekonomi Islam di UIN Jakarta, ternyata lebih 2000-an judul buku dan tulisan tentang ekonomi Islam sejak masa klasik hingga saat ini.

Melihat berlimpahnya literatur tentang ekonomi Islam, maka ada dua hal yang sangat disayangkan. Pertama, Dalam daftar bibliografi ekonomi Islam itu, tak satupun di antaranya ada hasil karya tokoh Indonesia. Hal itu terlihat dengan jelas dalam buku Islamic Economics and Finance : A Bibliografy, tulisan Javed Ahmad Khan (1995). Buku ini berisi 1621 karya tulis tentang ekonomi Islam. Demikian pula daftar buku dalam Muslim Economic Thinking tulisan Prof.Dr.Muhammad Nejatullah Ash-Shidiqy, yang meneliti 700 buku ekonomi Islam, tak satupun mencantumkan karya ulama Indonesia.

Kedua, Yang paling disayangkan lagi adalah sikap para intelektual muslim atau ulama dalam dua abad belakangan ini yang tidak melanjutkan dan mengembangkan kajian ekonomi Islam yang telah dirintis dan dibangun oleh para ulama terdahulu. Intelektual dan ulama kita di era kontemporer ini, lebih banyak fokus pada kajian pengembangan materi fikih ibadah, munakahat, teologi (ilmu kalam), pemkiran Islam dan tasawuf, di samping ilmu-ilmu tafsir dan hadits. Maka tak heran jika mereka dangkal sekali pengetahuannya tentang ilmu ekonomi Islam, termasuk soal bunga bank dan dampaknya terhadap inflasi, investasi, produksi dan pengangguran juga spekulasi dan stabilitas moneter. Mereka mengabaikan kajian-kajian ekonomi Islam yang ilmiah dan empiris yang telah dilakukan ilmuwan Islam klasik. Fenomena itulah yang disesalkan Prof.Dr. Muhammad Nejatyullah Ash-Shiddiqy, guru besar ekonomi Univ.King Abdul Aziz Saudi . Ia mengatakan,

“The ascendancy of the Islamic civilization and its dominance of the world scene for a thousand years could not have been unaccompanied by economic ideas as such. From Abu Yusuf in the second century to Tusi and Waliullah we get a contiunity of serious discussion on taxation, government expenditure, home economics, money and exchange, division of labour, monopoly, price control, etc, Unfortunelly no serious attention has been paid to this heritage by centres of academic research in economics. (Muslim Economic Thingking, Islamic Fondation United Kingdom, 1976, p 264)

(Kejayaan peradaban Islam dan pengaruhnya atas panggung sejarah dunia untuk 1000 tahun, tidak mungkin tanpa diiringi dengan ide-ide ekonomi dan sejenisnya. Dari Abu Yusuf pada abad ke 2 Hijriyah sampai ke Thusi dan Waliullah ( abad 18 ), kita memiliki kesibambungan dari serentetan pembahasan yang sungguh-sungguh mengenai perpajakan, pengeluaran pemerintah, ekonomi rumah tangga, uang dan perdagangan, pembagian kerja, monopoli, pengawasan harga dan sebagainya. Tapi sangat disayangkan, tidak ada perhatian yang sungguh-sungguh yang diberikan atas khazanah intelektual yang berharga ini oleh pusat-pusat riset akademik di bidang ilmu ekonomi).

Di masa klasik Islam, yang sejak abad 2 Hijrah s/d 9 Hijriyah, banyak lahir ilmuwan Islam yang mengembangkan kajian ekonomi (bukan fikih muamalah), tetapi kajian ekonomi empiris yang menjelaskan fenomena aktual aktivitas ekonomi secara ril di masyarakat dan negara, seperti mekanisme pasar (supply and demand), public finance, kebijakan fiskal dan moneter, Pemikiran ulama tentang ekonomi Islam di masa klasik sangat maju dan cemerlang, jauh mendahului pemikir Barat modern seperti Adam Smith, Keynes, Ricardo, dan Malthus.

Bapak Ekonomi

Di antara sekian banyak pemikir masa lampau yang mengkaji ekonomi Islam, Ibnu Khaldun merupakan salah satu ilmuwan yang paling menonjol. Ibnu Khaldun sering disebut sebagai raksasa intelektual paling terkemuka di dunia. Ia bukan saja Bapak sosiologi tetapi juga Bapak ilmu Ekonomi, karena banyak teori ekonominya yang jauh mendahului Adam Smith dan Ricardo. Artinya, ia lebih dari tiga abad mendahului para pemikir Barat modern tersebut. Muhammad Hilmi Murad secara khusus telah menulis sebuah karya ilmiah berjudul Abul Iqtishad : Ibnu Khaldun. Artinya Bapak Ekonomi : Ibnu Khaldun.(1962) Dalam tulisan tersebut Ibnu Khaldun dibuktikannya secara ilmiah sebagai penggagas pertama ilmu ekonomi secara empiris. Karya tersebut disampaikannya pada Simposium tentang Ibnu Khaldun di Mesir 1978.

Sebelum Ibnu Khaldun, kajian-kajian ekonomi di dunia Barat masih bersifat normatif, adakalanya dikaji dari perspektif hukum, moral dan adapula dari perspektif filsafat. Karya-karya tentang ekonomi oleh para imuwan Barat, seperti ilmuwan Yunani dan zaman Scholastic bercorak tidak ilmiah, karena pemikir zaman pertengahan tersebut memasukkan kajian ekonomi dalam kajian moral dan hukum.

Sedangkan Ibnu Khaldun mengkaji problem ekonomi masyarakat dan negara secara empiris. Ia menjelaskan fenomena ekonomi secara aktual. Muhammad Nejatullah Ash-Shiddiqy, menuliskan poin-poin penting dari materi kajian Ibnu Khaldun tentang ekonomi.

Ibnu Khaldun has a wide range of discussions on economics including the subject value, division of labour, the price system, the law of supply and demand, consumption and production, money, capital formation, population growth, macroeconomics of taxation and public expenditure, trade cycles, agricultural, industry and trade, property and prosperity, etc. He discussses the various stages through which societies pass in economics progress. We also get the basic idea embodied in the backward-sloping supply curve of labour (Shiddiqy, 1976, hlm. 261).

(Ibn Khaldun membahas aneka ragam masalah ekonomi yang luas, termasuk ajaran tentang tata nilai, pembagian kerja, sistem harga, hukum penawaran dan permintaan, konsumsi dan produksi, uang, pembentukan modal, pertumbuhan penduduk, makro ekonomi dari pajak dan pengeluaran publik, daur perdagangan, pertanian, indusrtri dan perdagangan, hak milik dan kemakmuran, dan sebagainya. Ia juga membahas berbagai tahapan yang dilewati masyarakat dalam perkembangan ekonominya. Kita juga menemukan paham dasar yang menjelma dalam kurva penawaran tenaga kerja yang kemiringannya berjenjang mundur,).

Sejalan dengan Shiddiqy Boulokia dalam tulisannya Ibn Khaldun: A Fourteenth Century Economist”, menuturkan :

Ibnu Khaldun discovered a great number of fundamental economic notions a few centuries before their official births. He discovered the virtue and the necessity of a division of labour before Smith and the principle of labour value before Ricardo. He elaborated a theory of population before Malthus and insisted on the role of the state in the economy before Keyneys. But much more than that, Ibnu Khaldun used these concepts to build a coherent dinamics system in which the economic mechanism inexorably led economic activity to long term fluctuation….(Boulokia, 1971)

(Ibn Khaldun telah menemukan sejumlah besar ide dan pemikiran ekonomi fundamental, beberapa abad sebelum kelahiran ”resminya” (di Eropa). Ia menemukan keutamaan dan kebutuhan suatu pembagian kerja sebelum ditemukan Smith dan prinsip tentang nilai kerja sebelum Ricardo. Ia telah mengolah suatu teori tentang kependudukan sebelum Malthus dan mendesak akan peranan negara di dalam perekonomian sebelum Keynes. Bahkan lebih dari itu, Ibn Khaldun telah menggunakan konsepsi-konsepsi ini untuk membangun suatu sistem dinamis yang mudah dipahami di mana mekanisme ekonomi telah mengarahkan kegiatan ekonomi kepada fluktuasi jangka panjang…)”

Lafter, penasehat economi president Ronald Reagan, yang menemukan teori Laffter Curve, berterus terang bahwa ia mengambil konsep Ibnu Khaldun. Ibnu Khaldun mengajukan obat resesi ekonomi, yaitu mengecilkan pajak dan meningkatkan pengeluaran (ekspor) pemerintah. Pemerintah adalah pasar terbesar dan ibu dari semua pasar dalam hal besarnya pendapatan dan penerimaannya. Jika pasar pemerintah mengalami penurunan, maka adalah wajar jika pasar yang lainpun akan ikut turun, bahkan dalam agregate yang cukup besar.

S.Colosia berkata dalam bukunya, Constribution A L’Etude D’Ibnu Khaldaun Revue Do Monde Musulman, sebagaimana dikutip Ibrahim Ath-Thahawi, mengatakan, ”Apabila pendapat-pendapat Ibnu Khaldun tentang kehidupan sosial menjadikannya sebagai pionir ilmu filsafat sejarah, maka pemahamannya terhadap peranan kerja, kepemilikan dan upah, menjadikannya sebagai pionir ilmuwan ekonomi modern .(1974, hlm.477)

Oleh karena besarnya sumbangan Ibnu Khaldun dalam pemikiran ekonomi, maka Boulakia mengatakan, “Sangat bisa dipertanggung jawabkan jika kita menyebut Ibnu Khaldun sebagai salah seorang Bapak ilmu ekonomi.” Shiddiqi juga menyimpulkan bahwa Ibn Khaldun secara tepat dapat disebut sebagai ahli ekonomi Islam terbesar (Ibnu Khaldun has rightly been hailed as the greatest economist of Islam)(Shiddiqy, hlm. 260)

Sehubungan dengan itu, maka tidak mengherankan jika banyak ilmuwan terkemuka kontemporer yang meneliti dan membahas pemikiran Ibnu Khaldun, khususnya dalam bidang ekonomi. Doktor Ezzat menulis disertasi tentang Ibnu Khaldun berjudul Production, Distribution and Exchange in Khaldun’s Writing dan Nasha’t menulis “al-Fikr al-iqtisadi fi muqaddimat Ibn Khaldun (Economic Though in the Prolegomena of Ibn Khaldun).. Selain itu kita masih memiliki kontribusi kajian yang berlimpah tentang Ibnu Khaldun. Ini menunjukkan kebesaran dan kepeloporan Ibnu Khaldun sebagai intelektual terkemuka yang telah merumuskan pemikiran-pemikiran briliyan tentang ekonomi. Rosenthal misalnya telah menulis karya Ibn Khaldun the Muqaddimah : An Introduction to History, Spengler menulis buku Economic Thought of Islam: Ibn Khaldun, Boulakia menulis Ibn Khaldun: A Fourteenth Century Economist, Ahmad Ali menulis Economics of Ibn Khaldun-A Selection, Ibn al Sabil menulis Islami ishtirakiyat fi’l Islam, Abdul Qadir Ibn Khaldun ke ma’ashi khayalat”, (Economic Views of Ibn Khaldun), Rifa’at menulis Ma’ashiyat par Ibn Khaldun ke Khalayat” (Ibn Khaldun’s Views on Economics) Somogyi menulis buku Economic Theory in the Classical Arabic Literature, Tahawi al-iqtisad al-islami madhhaban wa nizaman wa dirasah muqaranh.(Islamic Economics-a School of Thought and a System, a Comparative Study), T.B. Irving menulis Ibn Khaldun on Agriculture”, Abdul Sattar menulis buku Ibn Khaldun’s Contribution to Economic Thought” in: Contemporary Aspects of Economic and Social Thingking in Islam.

Penutup

Paparan di atas menunjukkan bahwa tak disangsikan lagi Ibnu Khaldun adalah Bapak ekonomi yang sesungguhnya. Dia bukan hanya Bapak ekonomi Islam, tapi Bapak ekonomi dunia. Dengan demikian, sesungguhnya beliaulah yang lebih layak disebut Bapak ekonomi dibanding Adam Smith yang diklaim Barat sebagai Bapak ekonomi melalui buku The Wealth of Nation.. Karena itu sejarah ekonomi perlu diluruskan kembali agar ummat Islam tidak sesat dalam memahami sejarah intelektual ummat Islam. Tulisan ini tidak bisa menguraikan pemikiran Ibnu Khaldun secarfa detail, karena ruang yang terbatas dan lagi pula pemikirannya terlalu ilmiah dan teknis jika dipaparkan di sini. Teori ekonomi Ibnu Khaldun secara detail lebih cocok jika dimuat dalam journal atau buku.

Lihat profil user

2 Re: Ibnu Khaldun : Bapak Ekonomi on Sat Sep 27, 2008 1:46 am

Assalamualaikum WW
Setelah saya baca dan cermati dari tulisan bapak tentanang Ibnu Khaldun ini, saya merasa bangga dan kagum serta tertarik pada pemikiran-pemikiran beliau.
begitu banyak pemikiran-pemikiran beliau tentang ekonomi islam,di lain sisi pemikiran-pemikiran beliau memberi inspirasi para ekonom muslim dan di sisi lain juga pada para ekonom konvensional.
Boleh di bilang seperti Adam smith, keynes, Ricardo, maltus dan lain-lain yang kebanyakan sebagai ekonom konvensional-pun mengambil atau merujuk pada pemikiran beliau.
Seperti teori harga, supplay and demand dan teori-teori yang lain yang di paparkan oleh ekonom barat juga kebanyakan mengadopsi dari pemikiran Ibnu Khaldun .
Sungguh Luar biasa,,,
salah satu teori dari beberapa teori yang beliau paparkan dan yang membuat saya sangat tertarik yaitu tentang teoro Ibnu Khaldun tentang Circle Of equity, di mana faktor-faktor Variabel seperti Goverment, Syariah, kekayaan, masyarakat serta yang paling terpenting yaitu keadilan, saling berkaitan satu sama yang lainnya yang akhirnya membentuk suatu sistem ekonomi yang luar luar biasa hebatnya.
dari teori ini saya yakin dan optimis jika teori ini di praktikan dan di kembangkan di Indonesia tercinta ini,pasti bisa merubah dan menjadikan perekonomian kita bisa menjadi lebih maju dan membaik.
pada akhir kata, saya sangat setuju sekali kalau tulisan-tulisan bapak ini di bukukan saja guna untuk menambah dana memperkaya literatur-literatur tentang ekonomi islam yang masih sangat di butuhkan oleh kalangan akademisi maupun praktisi ekonomi syariah.
Terimakasih untuk para pejuang-pejuang ekonomi Islam.
Wasssalamualiakum Wr. Wb.

Lihat profil user

3 Re: Ibnu Khaldun : Bapak Ekonomi on Sat Sep 27, 2008 1:54 am

Assalamualaikum

Dari tulisan diatas tentang ibnu Khaldun jelas tertulis bahwa ibnu khaldun merupakan orang yang lebih pantas menyandang gelar bapak ekonomi daripada Adam smith, tapi menurut saya,apakah tidak lebih pantas jika gelar bapak ekonomi itu di sandang oleh Rasulullah. karena banyak hal tentang perekonomian yang pertama kali dilakukan oleh rasulullah. dan tidak menutup kemungkinan beberapa pemikiran yang dicetuskan oleh ibnu Khaldun merupakan pemikiran-pemikiran para ahli ekonomi sebelumnya dan pemikiran rasulullah yang kemudian dikembangkan oleh ibnu Khaldun sesuai dengan kondisi dan masa ketika ibnu Khaldun hidup.

Lihat profil user

4 Re: Ibnu Khaldun : Bapak Ekonomi on Sat Sep 27, 2008 2:17 am

saya setuju tentang pemikiran ibnu kholdun yang memiliki pendapat yang sama dengan Adam Smith yaitu Division Of Labour( dengan konsepnya peningkatan hasil produksi dengan kerjasama saling menguntungkan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi)yang ada sistem sombiosis mutualisme( memberikan efek positif terhadap kekurangan yang dimiliki tenaga kerja yang lain untuk meningkatkan produksi demi kemajuan ekonomi dengan saling memberi dan menerima. tanpa hal itu mungkin yang ada hanya sikap individualisme / self altruisme.

Lihat profil user

5 Re: Ibnu Khaldun : Bapak Ekonomi on Sat Sep 27, 2008 3:40 am

Sonj


Hijau
Hijau
Dalam Al-Muqqadimah, Ibnu Khaldun juga memberikan keutamaan, bukan eksklusif, posisi faktor ekonomi dalam sejarah. Aktivitas intelektual dari manusia, seni dan ilmu pengetahuan, sikap dan perilaku moralnya, gaya hidup dan selera, standar kehidupan dan adat didefinisikan Ibnu Khaldun melalui derajat atau tingkatan produksi.

Lihat profil user

Sponsored content


Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik